SELAMAT DATANG TELAH BERKUNJUNG DI BLOG KAMI AHBAB MERAUKE AHBAB MERAUKE /Abdul fatah Halaqoh Semangga

Rabu, 09 Mei 2018

DOWNLOAD APLIKASI AL-QUR'AN

JIKA INGIN MENAMBAHKAN AL-QUAN WORD UNTUK 2010 SILAH AKAN ANDA PASANG ATAU INSTAL DI KOMPUETER ANADA, NANTI AKAN MUNCUL APLIKASI DI POJOK SEBELAH KANAN DI OFFICE WORD 2010 ANDA
DOWNLOAD DI SINI

Senin, 30 April 2018

Pembuatan Pondok Nihadlu Fuqara al-amin

Assalamualaikum wr.wb.
Allah swt menjadikan Agama untuk keselamatan manusia di dunia maupun akhirat.
Alkhamdulillah Allah swt. teleh memberikan kemudahan kepada hamba-Nya untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah swt. Saya akan menampilkan beberapa foto perencaan pondok pesantren yang ada di Kampung Kuper di Belakang Terminal dengan jarak kurang lebih 200 M dari jalan besar, dan nantinya kita akan buka pondok pesantren Hafiz Al-Qur'an, sekarang santrinya sudah ada sekitar 15 orang yang satu orang putra daerah. Mudah-mudah nati pondok pesantren ini menjadi jembatan untuk kemudahan-anak-anak kami menjadi Hafiz-hafiz al quran dan mendakwahkan agama di seluruh alam.





Sabtu, 28 April 2018

APLIKASI AL-QURAN WORD 2018

Asslamaualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saya akan berbagi aplikasi al quran yang terbaru untuk ms.word 2010 bagi pencinta menulis arab atau membuat tugas sekolah ini cocok untuk anda, bagi yang berminat silahkan download di bawah ini secara gratis yang ada di bawah ini. 
DOWNLOAD
Bisa juga download jenis font arab, simbol arab, pokonya mantap
DOWNLOAD
Semoga bermanfaat dan selamat mencobanya.


Sabtu, 17 Maret 2018

Hikmah Jumpa Umat Dari Rumah ke Rumah

Beragam media dan cara dalam berdakwah memiliki kelebihan masing-masing. Ada yang lebih sesuai dengan menggunakan teknologi, ada dengan cara lisan, ada dengan tulisan dan berbagai cara lainnya.

Alim ulama menggolongkan sasaran dakwah secara umum terdiri dari dua golongan, yaitu:
1. Orang-orang yang sudah ada minat ...terhadap agama
2. Orang-orang yang sama sekali belum ataupun kurang berminat terhadap agama.

Bagi orang-orang yang sudah ada rasa tertarik dan minat terhadap agama, maka bagi mereka tidak ada masalah yang terlalu dikhawatirkan. Apapun media yang menyampaikan agama dan mereka dapat mengambil manfaat pelajaran darinya, pasti mereka akan bersegera mencarinya.
Dan tidak dapat dipungkiri bahwa kebanyakan orang-orang yang mau mendengarkan dakwah melalui kaset, buku, majelis ta’lim, cd dan sebagainya, hanyalah orang-orang yang sudah ada minat di dalam hatinya terhadap agama. Namun sayangnya, orang-orang jenis ini sangat minoritas jumlahnya.
Sedangkan bagi orang-orang yang belum ada minat atau kurang tertarik terhadap agama, media dakwah apapun yang sudah tersedia dengan mudah, ternyata tidak dimanfaatkan sebaik mungkin, karena memang mereka tidak berminat sama sekali terhadap agama. Mereka lebih memilih kaset-kaset dan cd-cd musik, buku-buku komik, dan majelis-majelis lainya daripada yang berbau agama.
Mari kita perhatikan; Siapakah yang mau mendatangi majelis-majelis agama? Siapakah yang mau mendengarkan acara-acara agama di radio dan TV? Siapakah yang mau membeli buku-buku agama? Siapakah yang mau membeli kaset-kaset agama?

Jawabannya adalah mereka yang sudah ada rasa minat dan ketertarikan terhadap agama.
Sedangkan milyaran manusia di luar sana, sama sekali belum tergerak hati mereka untuk berminta kepada agama, bahkan tidak sedikit diantara mereka yang sama sekali tidak mengenal apa itu agama.
Oleh sebab itu, Jamaah Tabligh bergerak tidak hanya kepada orang-orang yang sudah ada minat terhadap agama, namun lebih besar perhatiannya adalah orang-orang yang memang tidak ada minat terhadap agama, bahkan kepada mereka yang tidak peduli sama sekali dengan ajaran-ajaran agama. Orang-orang yang berminat terhadap agama telah tumbuh subur dimana-mana. Dan mereka tidak kekurangan pembimbing serta da’i-da’i yang menanganinya. Tetapi untuk mencari da’i-da’i yang bersedia terjun tanpa pamrih ke lapangan menemui orang-orang yang tidak ada minat sama sekali terhadap agama, bahkan membenci agama, sangatlah sulit dan sedikit sekali.

Sedangkan pada zaman yang semakin rusak ini, semakin banyak jumlah orang-orang yang tidak memperdulikan agama. Pemurtatan dimana-mana, kemungkaran bertambah merajalela, kejahilan dan kelalaian merasuk ke setiap sisi kehidupan umat. Maka siapakah yang akan menjumpai, dan membujuk, merayu serta menuntun mereka kepada agama?

Alhamdulillah, dengan cara mendatangi rumah-rumah mereka dan bersilaturrahmi kepada orang-orang tersebut, maka banyak manfaat dan perubahan besar yang dapat diraih. Mereka memang harus didatangi, tidak bisa kita menunggu mereka bertaubat dulu, ataupun sadar sendiri dan berinisiatif sendiri terhadap agama. Tidak sedikit dengan melalui kunjungan silaturrahmi ke rumah-rumah, menyadarkan mereka dari kelalaian mereka selama ini. Kejadian dan kisah-kisah nyata mengenai hal ini tidak terhitung banyaknya. Jutaan orang telah bertaubat dan merubah kehidupan mereka 180 derajat, dari kegelapan menuju hidayah yang terang benderang.

Janganlah melihat kepada orang yang sudah memahami usaha ini dan telah mengakuinya, tetapi pikirkanlah berapa juta manusia yang masih belum memahaminya, yang sampai sekarang belum kita sampaikan kepada mereka tentang kebesaran Allah. 
Dan berapa banyak orang yang sudah mengenal usaha ini, namun belum mau mengambil kerja ini. Ini semua disebabkan kelemahan kita.”

Diantara hikmah yang terbesar dari mendatangi rumah-rumah, selain hikmah dakwah yang diatas adalah hidupnya amalan sunnah sillaturrahmi karena Allah yang sangat besar manfaatnya.
Walaupun pada perkembangan zaman yang semakin canggih, dimana hubungan dapat dilakukan melalui alat-alat komunikasi, seperti telepon dan sebagainya, namun didalam silaturrahmi yang dilakukan secara langsung berkunjung, bertemu muka dengan muka, memiliki kekuatan dan keuntungan yang jauh besar daripada jika dilakukan melalui alat komunikasi.

Semogga bermanfaat artikel ini sehingga menjadikan diri kita dan saudara kita untuk memikirkan Agama ini sampai ke ujung-ujung dunia. Bersedia Insyaallah………

Senin, 01 Januari 2018

Pesan Wali Songo

Para Wali songo mempunyai semboyan yang terekam hingga saat ini adalah : 
  1. Ngluruk Tanpo Wadyo Bolo / Tanpo pasukan tentara : Berdakwah dan berkeliling kedaerah lain tanpa membawa pasukan. Jangan yakin dengan banyaknya jumlah kita,…..yakin dengan pertolongan Allah swt.
  2. Mabur Tanpo Lar/Terbang tanpa Sayap : Kita bergerak jumpa umat…dari orang ke orang…. jumpa ke rumah-rumah mereka ..Pergi kedaerah nan jauh walaupun tanpa asbab/ sebab yang nampak.
  3. Mletik Tanpo Sutang/Meloncat Tanpa Kaki : Pergi kedaerah yang sulit dijangkau seperti gunung-gunung juga tanpa sebab yang kelihatan. Niat untuk dakwah keseluruh alam, Allah swt yg berangkatkan kita bukan asbab-asbab dunia seperti harta dsb…
  4. Senjoto Kalimosodo : Kemana-mana hanya membawa kebesaran Allah SWT. selalu mendakwahkan kalimat iman, mengajak umat pada iman dan amal salih….(Kalimosodo : Kalimat Shahadat)
  5. Digdoyo Tanpo Aji : Walaupun dimarahi, diusir, dicaci maki bahkan dilukai fisik, perasaan dan mentalnya namun mereka seakan-akan seperti orang yang tidak mempan diterjang bermacam-macam senjata. Kita dakwah, Allah swt akan Bantu (jika kalian Bantu Agama Allah, maka pasti Allah akan tolong kalian dan Allah akan menangkan kalian)
  6. Perang Tanpo tanding : Dalam memerangi nafsunya sendiri dan mengajak orang lain supaya memerangi nafsunya. Tidak pernah berdebat atau bertengkar. dakwah dengan hikmah, kata-kata yg sopan, ahlaq yg mulia dan doa menangis-menangis pada Allah agar umat yg kita jumpai dan umat seluruh alam dapat hidayah….bukan dengan kekerasan…. Nabi saw bersabda yg maknanya kurang lebih : ‘Haram memerangi suatu kaum sebelum kalian berdakwah (berdakwah dgn hikmah) kepada mereka”
  7. Menang Tanpo Ngesorake/Merendahkan : Mereka ini walaupun dengan orang yang senang, membenci, mencibir, dan lain-lain akan tetap mengajak dan akhirnya yang diajak bisa mengikuti usaha agama dan tidak merendahkan, mengkritik dan membanding-bandingkan, mencela orang lain bahkan tetap melihat kebaikannya.
  8. Mulyo Tanpo Punggowo : Kemuliaan hanya dalam Iman dan Amalan agama bukan dengan banyaknya pengikut. Dimulyakan, disambut, dihargai, diberi hadiah, diperhatikan, walaupun mereka sebelumnya bukan orang alim ulama, bukan pejabat, bukan sarjana ahli tetapi karena menjadi Da’i yang menjadikan dakwah maksud dan tujuan hidup, maka Allah swt muliakan mereka.
  9. Sugih Tanpo Bondo : Mereka akan merasa kaya dalam hatinya. Keinginan bisa kesampaian terutama keinginan menghidupkan sunnah Nabi, bisa terbang kesana kemari dan keliling dunia melebihi orang terkaya didunia. Jangan yakin pada harta….kebahagiaan dalam agama, dakwah jangan bergantung dgn harta
  10. Kuncara Tanpo Woro-woro : Menyebar, terkenal tanpa gembar-gembor, propaganda, iklan-iklan dsbartinya bergerak terus jumpa umat, kerja untuk umat, kerja untuk Agama dengan ikhlas karena mengharap Ridho Allah swt, tidak perlu disiar-siarkan atau di umum-umumkan. Allah sajalah yang menilai perjuangan kita.

Pesan Walisongo Sunan Kalijogo adalah :  “Yen wis tibo titiwancine kali-kali ilang kedunge, pasar ilang kumandange, wong wadon ilang wirange mangka enggal – enggala tapa lelana njlajah desa milang kori patang sasi aja ngasik balik yen during olih pituduh (hidayah) saka gisti Allah” Artinya kurang lebih :
“Jika sudah tiba zamannya dimana sungai2 hilang kedalamannya (banyak orang yang berilmu yang tidak amalkan ilmunya), pasar hilang gaungnya, jika masjid-masjid  tak ada adzan, wanita-wanita hilang malunya (tidak tutup aurat dsb) maka cepat-cepatlah kalian keluar 4 bulan dari desa ke desa (dari kampung ke kampung) dari pintu ke pintu (dari rumah ke rumah utk dakwah) janganlah pulang sebelum mendapat hidayah dari Allah SWT
  1. Yen kali ilang kedunge : jika sungai sudah mulai kering... jika sumber air sudah mulai kering.. maksudnya jika para alim ulama sumber ilmu sudah mulai wafat satu persatu...maka ini alamat bahwa dunia mau di-Qiamatkan Allah SWT. Ulama ditamsilkan seperti air yang menghidupkan hati2 manusia yang gelap tanpa cahaya hidayah..
  2. Yen pasar ilang kumandange : Jika pasar sudah mulai diam.. maksudnya jika perdagangan sudah tidak dengan tawar-menawar karena banyaknya mall dan pasar swalayan yang berdiri. kata orang2 tua kita dahulunya semua pasar memakai sistem tawar menawar sehingga suaranya begitu keras terdengar dari kejauhan seperti suara lebah yang mendengung.. ini kalo aku boleh beri istilah adalah adanya kehangatan dalam social relationship dalam masyarakat.. tapi sekarang sudah hilang...biarpun kita sering ke plasa atau ke supermarket ratusan kali kita tidak kenal para pelayan dan cashier di tempat itu..
  3. Yen wong wadon ilang wirange : Jika wanita sudah tidak punya rasa malu......
  4. Enggal-enggal topo lelono njajah deso milangkori ojo bali sakdurunge patang sasi, enthuk wisik soko Hyang Widi : Bermujahadah, susah payah berkelana dalam perjalanan ruhani guna memperbaiki diri atau perjalanan fisabilillah menjelajahi desa-desa/ negara-negara, menghitung pintu (bersilaturahim) jangan pulang2 sebelum selesai program 4 (empat) bulan, cari petunjuk, hidayah dan kepahaman agama dari Dzat yang Maha Kuasa..