SELAMAT DATANG TELAH BERKUNJUNG DI BLOG KAMI AHBAB MERAUKE AHBAB MERAUKE /Abdul fatah Halaqoh Semangga

Kamis, 07 September 2017

JAORD MEKAH DAN MADINAH


Jord di makkah dan madina dibuat oleh masayikh akabirin  markaz nizamudin.

Maulana sa'ad Kandhlavi DB dzuhur telah memberi bayan di beberapa jord (orang lama dan masturoh di keluarga raja dll), di Mekah dan Madina
Pertemuan terbatas/mudzakarah juga telah dilakukan dengan lebih dengan 100 PNS dari berbagai negara.

Karguzari tim tasykil:
Dari afrika hadir 3500 jamaah haji dan terbentuk 25 jamaah 4 bulan ke india
Dari amerika utara (USA, canada) hadir 3500 jamaah haji dan terbentuk 25 jamaah jalan kaki
Dari amerika selatan hadir 2500 jamaah haji dan terbentuk 15 jamaah 4 bulan ke india
Dari eropa hadir 4500 jamaah haji dan terbentuk 30 jamaah jalan 4 bulan ke india, negara-negara eropa hadir 3000 jamaah haji dan terbentuk 25 jamaah 4 bulan ke india.
Arab saudi hadir 1000 jamaah haji dan terbentuk 10 jamaah 4 bulan ke india
Antartika hadir 1000 jamaah haji dan terbentuk 10 jamaah 4 bulan ke india.
Ssmua jamaah akan ke markaz nizamudin sebelum juni 2018 insha Allah

Semoga Allah terima dan Alloh sebarkan hidayat dan perdamaian di seluruh alam

#bhai Syafiq

Minggu, 03 September 2017

Wasiat Rasulullah saw kepada Ali ra.

1. Wahai ali : Hendaknya kamu shalat pada tepat waktu, sesungguhnya itu adalah pokok segala               keutamaan atau kebaikan dan pokok segala ibadah.
2. Wahai Ali : “Tanda-tanda Berbahagia itu ada 3;
           -  Makanannya selalu makan yang hala
           -  Selalu senang mendekat kepada ulama.
           -  Mengerjakan shalat 5 waktu selalu berjamaah
3. Wahai Ali : 6 Golongan dari pada umatku didalam surga;
    a.   Pemuda yang bertaubat.
    b.   Orang yang bersedekah dengan samar tidak diketahui orang melainkan hanya Allah swt.
    c.   Orang tidak pernah meninggalkan shalat dhuha.
    d.   Orang yang hartanya hilang dianggap lebih ringan daripada ketinggalan satu shalat berjamaah.
    e.  Orang yang meneteskan air mata di karenakan takut kepada Allah.
    f.   Orang yang selalu mendekat kepada ulama dalam majelisnya.
4. Wahai Ali : Tanda orang yang celaka itu ada 3;
    a.   Selalu makan yang haram.
    b.   Menjahui orang ahli ilmu (tidak mendekatkan ulama)
    c.   Bila menjalankan shalat selalu sendirian. 

Jumat, 01 September 2017

Kisah Sahabat Nabi Zaid Al Khoir Ra

Zaid al Khoil, seorang badui (dari desa atau pedalaman padang pasir Arabia) yang telah memeluk Islam datang ke Madinah untuk menemui Nabi SAW. Setelah menambatkan untanya di depan masjid dan menyampaikan salam kepada Nabi SAW, ia berkata, "Ya Rasulullah, saya telah melelahkan kendaraanku selama sembilan hari. Setelah itu saya menuntunnya lagi selama enam hari secara terus menerus. Berpuasa di siang hari dan jarang tidur di malam harinya, sehingga tungganganku sangat lelah. Semua itu saya lakukan hanya untuk menanyakan dua masalah yang merisaukan saya sehingga saya susah tidur….!!"
Nabi SAW memandang lelaki badui itu dengan kagum, seorang muslim sederhana yang telah berjuang begitu beratnya menempuh perjalanan jauh untuk memperoleh penjelasan langsung dari Nabi SAW tentang dua masalah. Beliau bersabda, "Siapakah engkau?"
"Zaid al Khoil (Zaid, sang unta)…" Kata Zaid.
Tampaknya Nabi SAW kurang berkenan dengan namanya tersebut, seolah-olah kurang jelas mendengar jawabannya, beliau bersabda, “Oh, jadi namamu Zaid al Khoir (Zaid, yang penuh kebaikan)…!!"
Jelas sekali kalau Nabi SAW ingin mengganti namanya, dan Zaid sangat senang dengan penamaan Nabi SAW tersebut. Ia berkata, “Benar, ya Rasulullah, saya Zaid al Khoir!!”
Setelah itu beliau berkata lagi, "Tanyakanlah..!! Kemungkinan sesuatu yang sukar itu sudah pernah ditanyakan kepadaku sebelumnya…"
Zaid berkata, "Saya ingin bertanya kepadamu tentang tanda orang yang disukai Allah dan tanda orang yang dimurkai-Nya..!"
"Untung…Untung…" Kata Nabi SAW, tampak sekali kegembiraan beliau atas pertanyaan tersebut, tidak salah kalau namanya memang ‘Al Khoir’. Kemudian beliau bertanya lagi, "Bagaimana keadaanmu kini, hai Zaid?"
Zaid menjawab, "Saya sekarang ini senang dengan amal kebaikan, senang dengan orang-orang yang mengamalkan kebaikan, dan senang dengan tersebarnya amal kebaikan. Saya menyesal jika tertinggal akan amal kebaikan dan rindu untuk melakukan kebaikan. Jika saya melakukan kebaikan, sedikit atau banyak, saya yakin akan pahalanya….!!"
Nabi SAW bersabda, "Ya itu, itulah dia tandanya….andaikata Allah tidak suka kepadamu, tentu engkau disiapkan untuk melakukan hal yang lain (yang berlawanan) dari yang kaukatakan itu, dan Dia tidak akan perduli di jurang mana engkau akan binasa…."
"Cukup, cukup, ya Rasulullah…!!" Kata Zaid, seolah ia tidak ingin beliau menjelaskan lebih lanjut.
Setelah mengucap terima kasih dan mengucapkan salam perpisahan, Zaid keluar dari masjid dan menaiki kendaraannya, dan memacunya pulang.
Wajah Nabi SAW makin bersinar saja tanda beliau sangat gembira. Bagaimana tidak gembira? Musafir dari jauh ini tidak setiap saat bertemu dan bergaul dengan Nabi SAW, tetapi dia bisa merasakan nuansa kasih sayang Allah begitu mendalam, sebagaimana yang dirasakan sahabat-sahabat yang selalu hadir di sekitar sosok "Rahmatan lil 'alamin" ini, Nabi Muhammad SAW.

Rahasia Harta

by Ustadz DR. Amir Faisol Fath
Harta bukan simbol keberhasilan, karenanya banyak orang kaya raya justru gagal dalam hidupnya. Ia semakin menderita ketika di tangannya banyak harta. Pikirannya semakin terbebani sehingga seluruh pikiran dan perasaan tertuju ke sana. Dan sehebat apapun manusia mempertahankan hartanya ia pasti akan meninggalkannya. Tidak ada cerita bahwa orang-orang kaya tetap bertahan hidup selama hartanya masih ada. Bahkan sudah tak terhitung para raja dan para konglomerat yang meninggal dunia. Padahal istana mereka masih megah. Dan harta mereka masih banyak. Maka sungguh salah orang-orang yang mempunyai persepsi bahwa semakin banyak harta semakin berhasil. Semakin banyak harta semakin tinggi derajatnya. Perhatikan apa yang mereka alami justru di saat-saat mereka hidup nyaman? Sungguh banyak orang yang hidup di negara maju, dengan fasilitas kemewahan yang lengkap, malah justru mereka stress.  Banyak para artis justru menderita setelah memiliki harta yang banyak. Bukankah ini semua adalah bukti bahwa harta bukanlah simbol keberhasilan.
Harta bukan simbol ketinggian derajat. Banyak orang salah paham, sehingga mengira bahwa dengan banyak harta ia akan semakin terhormat. Lalu dia segera merasa di atas. Dengan banyak pegawai dan pembantu ia semakin merasa tinggi. Lidahnya hanya main perintah. Orang-orang di sekitarnya dianggap budak. Lebih dari itu mereka merasa gengsi duduk dengan pegawai rendahan. Dan yang sangat memalukan mereka merasa tidak pantas datang ke masjid untuk shalat berjamaah bersama orang-orang umum yang tidak se level jabatannya. Akibatnya ia memilih tetap di kantornya, tidak mau turun ke masjid, dan merasa tidak berdosa sekalipun ia sengaja meninggalkan shalat berjamaah, karena rapat dan pertemuan bisnis. Apakah sampai sejauh ini mereka merasa tinggi, karena harta dan jabatan yang dimiliki, sehingga secara bertahap lupa daratan, dan tidak mau turun ke bawah. Lalu sedikit demi sedikit memposisikan dirinya seperti Tuhan yang harus dipatuhi, dan siapapun yang melanggar aturannya diancam dengan PHK. Bahkan ada seorang pegawai yang karena saking takutnya minta izin untuk shalat sehingga ia rela tidak shalat demi pekerjaan kantornya.
Dalam sebuah kesempatan, pernah seorang pegawai bercerita, bahwa ia suatu hari minta izin kepada bosnya untuk shalat. Pada waktu itu rapat sedang berlangsung. Lalu seketika bosnya menjawab: ”akhirkan saja shalatnya. Apa gunanya Allah bikin akhir waktu”. Mendengar jawaban tersebut, sang pegawai segera bertanya kepada saya:  ”bagaimana cara menjawabnya?”. Saya jelaskan: ”coba saja bapak besok datang ke kantor di akhir-akhir waktu. Kira-kira bos itu marah gak? Kalau marah jelaskan, apa gunanya bos bikin akhir waktu”. Perhatikan, betapa manusia baru diberi harta sedikit lalu segera dirinya merasa hebat dan merasa berhak mengatur Allah. Bahkan tidak takut dengan sengaja berlawan dengan Allah.
Harta bukan sarana untuk bersikap sombong. Sungguh tidak pantas seseorang sombong dengan harta yang diberikan Allah. Benar, harta itu pemberian Allah. Tidak ada di dunia ini seseorang kaya karena kehebatannya, kecerdasannya atau keahliannya. Dia kaya karena nasib yang Allah tentukan. Sungguh banyak orang yang cerdas dan mempunyai keahlian yang hebat, tetapi karena nasib dia tidak menjadi kaya. Dan sungguh banyak orang yang tidak cerdas dan tidak punya keahlian tetapi karena nasib ia menjadi kaya. Karena itu, ketika seseorang mendapatkan kekayaan harta, seharusnya ia segera merasa bahwa itu pemberian sekaligus titipan Allah. Bahwa di sekitarnya banyak orang yang secara nasib miskin, maka mereka harus segera dibantu dengan harta yang dititipkan Allah tersebut. Sayangnya banyak orang salah paham. Begitu mendapatkan harta, lalu segera merasa bahwa itu adalah buah jerih payahnya, karena kehebatan dirinya. Bahwa di dalamnya tidak ada campur tangan Allah. Sehingga dengan pemahaman tersebut ia menjadi kikir dan pelit.
Ingat, harta itu tidak mungkin kau pertahankan di tanganmu. Ia mempunyai tabiat datang dan pergi. Begitu ia datang kepadamu, suatu saat – cepat atau lambat – ia
pasti akan pergi darimu. Berapa banyak orang berusaha mempertahankan hartanya, namun ternyata tiba-tiba kebutuhan segera mendesak sehingga ia harus mengeluarkannya. Hanya saja cara mengeluarkannya ada banyak bentuk alasan: ada yang keluarkan harta karena kebutuhan makan dan minum, ada pula yang keluarkan karena sakit dengan biaya mahal, ada pula yang karena harus membayar biaya pendidikan anaknya dan sebagainya. Yang jelas bahwa harta itu tidak mungkin dipertahankan. Toh sekalipun ia berhasil mempertahankannya, ujung-ujungnya ia pasti akan meninggalkannya. Dan kita semua sudah tahu pasti bahwa kematian akan datang tanpa kenal kompromi. Siapapun ketika tiba saatnya mati, tak peduli kaya atau miskin, ia pasti mati. Masihkah kau –wahai sahabat- akan mengagung-agungkan harta sehingga kewajiban kepada Allah diabaikan demi mengurus harta. Bahkan lebih dari itu, banyak orang yang tidak sempat menghadiri majelis ta’lim untuk mengokohkan iman, hanya karena alasan sibuk mengurus harta. Sungguh sudah saatnya seorang mukmin segera memperbaiki persepsinya tentang harta. Bahwa harta hanya keperluan bukan tujuan.
Wallahu a’lam bishshawab

Barokallohu fiikum....

Kamis, 31 Agustus 2017

PANDANGAN JIHAD

INILAH PANDANGAN JAMAAH TABLIGH TENTANG JIHAD
Ustadz (Mufti) Luthfi katakan :
Ketika seseorang mengucapkan syahadat maka ia menyadari bahwa dirinya sudah berjanji di hadapan Allah, bahwa dia akan sungguh menjalankan agama ini. Perintah yang paling berat di kota mekah bagi sahabat adalah agar mereka dapat menahan diri mereka dari mengangkat pedang karena ini perintah Nabi SAW.
Sama seperti preman yang di hina atau kyainya di hina oleh orang lalu kyai tersebut nyuruh preman itu sabar. Menurut kamu beratan mana bagi itu preman menahan tangannya atau menghujamkan tangannya ke orang itu. Begitulah sahabat yang mereka diperintahkan harus menahan pedangnya.
Kemudian beliau katakan :

“Seseorang tidak akan mampu mengangkat pedang di jalan Allah sebelum ia mampu menahan mengangkat pedang karena Allah.”
Sebagaimana Ali R.A ketika ia hendak menebas leher musuhnya di medan perang lalu musuhnya meludahi. Ketika itu pula Ali R.A meninggalkan musuhnya yang akan ditebas. Melihat hal itu sang musuh mengejarnya dan bertanya kenapa Ali RA tidak jadi menebasnya. Lalu Ali R.A menjawab, “Aku tidak jadi menebasmu karena aku takut ketika kamu meludahiku timbul rasa marah sehingga aku takut niatku membunuh karena Allah ternodai oleh nafsu amarahku.”
Yang namanya kemenangan bukannya menebas leher musuh dengan ujung pedang, tetapi yang namanya kemenangan dalam Islam yaitu ketika melihat manusia masuk Islam berbondong-bondong. Inilah yang namanya kemenangan dalam islam, bukannya membunuh manusia, tetapi melihat manusia masuk kedalam islam.
Kemudian ustadz Luthfi katakan :
Dengan dakwah ini nanti Allah hancurkan musuh islam dengan caranya sendiri, seperti :
✔   Nyamuk kecil Allah kirim untuk menghancurkan Raja Namrud yang besar
✔   Air yang menyelamatkan Musa AS, tetapi menenggelamkan Firaun
✔   Burung ababil yang mengalahkan pasukan Abrahah
✔   Kaum Luth dengan sekali teriakan malaikat, dll
Allah punya banyak cara untuk menghancurkan musuh² islam.
Ketika Fathul Mekah, orang Quraish khawatir mereka akan ditebas oleh Nabi s.a.w dan sahabat²nya. Tetapi apa yang dicontohkan oleh Rasullullah SAW. Saat semua pedang siap bicara untuk membalas keluarga yang dibunuh, kenangan ketika dihina, diusir, dikucilkan dari mekah. Tetapi apa kata Nabi, “Aku membebaskan kalian sebagaimana Yusuf AS membebaskan saudara²nya.”
Siapa yang mampu melakukan demikian ? Hanya Da'i yang mempunyai rasa sayang kepada umat. Inilah yang seharusnya menjadi fikir kita saat ini yaitu bagaimana menghadirkan rasa sayang terhadap ummat dalam diri kita.
Walaupun begitu pandangan resmi dari ulama atau masyaikh dalam kerja dakwah ini tidak ada. Kecenderungan gerakan ini adalah tidak melibatkan diri dalam perbedaan pendapat atau pandangan, dan hanya memfokuskan diri dalam kerja dakwah saja. Namun inti dari kerja ini dapat memberikan gambaran tentang terrorisme.
Seperti yang sudah di jelaskan bahwa kita ini adalah Ummat yang Da’i, yaitu ummat yang memikirkan bagaimana ummat manusia ini dapat selamat dari adzab Allah dunia dan akherat. Inilah fikir yang harus dimiliki oleh seorang da’i, yaitu bagaimana ummat ini bisa selamat di dunia dan di akherat.
Namun untuk bisa mempunyai fikir ini kita harus bisa mempunyai rasa sayang kepada ummat, bukan membenci ummat. Di dalam perjalanan hidup Nabi SAW tidak pernah Nabi SAW ini membenci seseorang kecuali daripada kekafirannya atau keyakinannya atau cara hidupnya, inilah yang Nabi SAW benci bukan individunya.
#Kisah Kasih Sayang Nabi SAW :
✍   Pernah suatu ketika Nabi SAW sering dikerjai oleh seorang pemuda Quraish, namun ketika pemuda itu sakit Nabi SAW mengunjunginya. Asbab melihat akhlaq dan kasih sayang Nabi SAW ini akhirnya pemuda ini masuk islam.
✍   Pernah Nabi SAW menangisi seorang pemuda yahudi yang mati belum mengucapkan kalimat syahadat. Lalu sahabat bertanya, “Mengapa engkau menangisi seorang anak yahudi yang tidak beriman ?” lalu Nabi SAW jawab, “Aku menangis karena satu lagi manusia bertambah, masuk ke dalam neraka Allah.”
Inilah kasih sayang Nabi SAW kepada orang lain dan risaunya Nabi terhadap keadaan akherat mereka. Jadi inilah yang perlu kita tiru dari fikir, risau, dan kasih sayang Nabi SAW kepada ummatnya. Jadi yang perlu kita fikirkan bagaimana menyelamatkan ummat bukan menghancurkan ummat dan membiarkan mereka terjerumus kedalam nerakanya Allah.
Hari ini kita fikirnya adalah menghadapi ummat yang tidak beriman ini sebagai musuh Allah. Sehingga timbul dalam diri kita keinginan untuk memerangi atau membunuh mereka semua. Padahal untuk menjadikan seseorang itu sebagai musuh agama, kita berkewajiban untuk mendakwahi mereka dulu, itupun kalau dia mau. Kalau mereka yang didakwahi tidak mau turut dengan perintah Allah, itupun boleh kita perangi setelah mereka menghalangi agama Allah dan membuat makar atas ummat islam. Dan kalaupun berperang, itupun harus dengan adab² perang yang dicontohkan oleh Nabi SAW.
Dan inilah yang dilakukan Nabi s.a.w semasa hidupnya sebelum menyerang kesuatu daerah :
✔  Apakah Dakwah sudah disampaikan ?
✔  Apakah Agama terhalang di daerah itu ?
✔  Apakah orang islam di dzalimi di daerah itu ?
✔  Apakah Ummat sedang diserang oleh musuh²nya ?
Jika kondisi² ini harus ditemukan terlebih dahulu, barulah perang dapat dilaksanakan. Dan itupun perang harus dilakukan dengan adab² perang yang telah diajarkan oleh Nabi SAW.
Di zaman nabi ketika berperang :
✘  Tidak boleh merusak keadaan kampung bahkan tempat² peribadatan ummat lain sekalipun.
✘  Tidak boleh menyakiti wanita, anak², dan orang tua yang sudah udzur.
✘  Niat perang karena Allah bukan karena harta, dendam, dan lain².
✘  Tidak boleh bunuh diri dalam perang walaupun dalam keadaan kesakitan.
Pernah setelah menang dalam suatu pertempuran pasukan islam masuk kedalam suatu kampung, Nabi SAW berpesan agar jangan sampai telapak kaki kuda prajurit islam ini membangunkan orang kampung yang tertidur.
Hari ini orang islam berperang berapa banyak adab perang Nabi SAW yang telah kita pakai. Hari ini kita dicap sebagai teroris karena fikirnya adalah membunuh manusia. Sehingga kita ini jauh dari predikat Rahmatan Lil Alamin.
Padahal dahulu ketika Nabi SAW berperang ada suatu kisah Nabi SAW menangkap tawanan perang. Lalu Nabi SAW berpesan kepada sahabat untuk memberi dakwah selama 3 hari kepada tahanan perang agar mereka mau masuk islam, kalau tidak mau tawanan perang itu agar dibebaskan. Lalu sahabat bertanya kenapa dibebaskan ? kenapa tidak dibunuh saja ? lalu Nabi SAW menjawab, “Allah tidak butuh manusia ini masuk ke dalam Neraka.”
Ini karena apa ? walaupun manusia ini durhaka sedurhaka-durhakanya mahluk itupun tidak akan mengurangi kekuasaan dan kekayaan daripada Allah Ta’ala. Allah juga tidak untung melihat manusia ini masuk kedalam neraka. Tetapi Allah akan senang melihat manusia ini masuk kedalam surganya Allah ta’ala. Kita ini sebagai orang islam tidak seharusnya dicap sebagai bangsa atau agama yang terroris padahal :
①. Nabi kita ini adalah : Rahmatan Lil Alamin dan  Kaffatan Lin Naas
✒   Rahmat seluruh alam dan untuk seluruh manusia
②. Al Quránnya adalah : Huddallin Naas
✒   Petunjuk bagi seluruh manusia
③. Ummatnya adalah : Khoiru Ummat dan  Ukhrijat lin Naas
✒   Ummat yang terbaik dan dilahirkan ditengah manusia

Seharusnya ini sudah bisa dijadikan tolak ukur tanggung jawab kita terhadap ummat manusia saat ini. Inilah beban yang kita pikul atas seluruh manusia yaitu sebagai contoh suri tauladan untuk seluruh manusia, bukannya sebagai contoh gagal atau contoh yang

Rabu, 30 Agustus 2017

DUNIA MENIPU


Dari Nabi saw. Bersabda,”Barang siapa selalu mencari apa yang ada disisi Allah. Maka langit akan menjadi atapnya, bumi sebagai alasnya, ia tidak perlu memikirkan masalah dunia. Ia dapat makan tanpa sawah. Dapat makan buah-buahan tanpa berkebun. Dan ia selalu bertawakal kepada Allah menjadi penanggung jawabnya dan menjamin rezeki-Nya dari tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi. Dan Allah tidak akan keliru dalam menyampaikan rezeki dan Allah akan memberinya rezeki tanpa perhitungan.”
Rasulullah saw. Bersabda, “Barangsiapa menjadikan dunia sebagai maksud hidupnya, maka Allah swt. Tidak akan memperdulikan. Dan Allah swt akan memberinya empat bencana:
1. Kesusahan yang tak pernah kunjung pandam, setiap waktu memikirkan untuk menambah kebendaannya.
2.    Kesibukan yang tak pernah selesai.
3.    Kesibukan yang tak pernah kaya sebanyak apapun penghasilanya, maka pengeluarannyapun lebih banyak.
4.    Dan panjang angan-angan yang tak pernah tercapai.

Dari Anas ra. Rasulullah saw bersabda, empat hal tanda kehancuran:
1.       Air mata yang selalu kering (tidak pernah menangis karena takut kepada Allah)
2.       Kerasnya hati (Untuk akhirat atau untuk orang lain tidak pernah lembut)
3.       Panjang angan-angan
4.       Tamak terhadap dunia”. (At-tharhib)
لاَ تَمُدُّ نَّ عَيْنَكَ إِليَ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَا جًامِّنْهُمْ
Jangan sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah kami berikan kepada beberapa golongan diantara mereka (orang-rang kafir) (Al-Hijr : 88)