SELAMAT DATANG TELAH BERKUNJUNG DI BLOG KAMI AHBAB MERAUKE AHBAB MERAUKE /Abdul fatah Halaqoh Semangga

Senin, 19 Mei 2014

HARTA BAGAIKAN ULAR BERBISA



Imam Ghazali rah.a. berkata,”Pada harta ada keuntungan dan kerugian. Sebagaimana ular, siapa yang dapat menaklukkannya dan mengeluarkan bisanya, ular itu akan jinak. Jika tidak dapat menaklukkan dan menangkapnya, ia akan menggigit orang itu hingga binasa. Dan manusia akan selamat dari racun dunia (harta) jika memperhatikan lima hal:
1.      Memahami maksud harta. Untuk apa harta itu diciptakan. Dan dengan maksud itulah kita menggunkannya.
2.      Menjaga bagaimana cara menghasilkan uang yang benar. Jangan sampai terjerumus kedalam larangan, seperti menerima hasil suap, mendapatkan uang dengan hasil meminta-minta yang menyebabkan kehinaan.
3.      Jangan menyimpan uang selain yang diperlukan. Setiap yang diperlukan harus disedekahkan.
4.      Memperhatikan arah pengguanaan harta itu. Jangan sampai di gunakan untuk sesuatu yang bukan tempatnya atau yang dilarang.
5.      Dalam mencari harta, menggunkanya, dan menyimpannya sesuai dengan keprluan, hendaklah semmata-mata karena Allah swt.. Niatkan dalam mencari atau menyimpan semata-mata demi ridha Allah swt.. Dan harta yang melebihi keperluan, anggaplah sebagai benda yang sia-sia dan buruk, maka segera sedekahkan. Sedekahkanlah dengan anggapan bahwa itu adalah barang hina, jangan menganggapnya sesuatu yang berharga. Dengan menunaikan syarat-syarat tersebut, maka adanya harta tidak akan menjadi berbahaya. Atas dasar itulah, Ali ra. Berkata, “Seandainya ada sesorang yang mengambil harta seluruh dunia ini, semata-mata untuk mendapatkan ridho Allah swt. (bukan karena nafsu), maka ia adalah orang yang zuhud. Dan orang yang tidak mencari harta sedikit pun, namun bukan karena Allah swt. (untuk maksud duniawi atau untuk mendapatkan pangkat), maka dia adalah ahli dunia.” (Ihya Ulumudin).

Rabu, 14 Mei 2014

Ha-Hal Yang Membicarakan Ketika Khususi

Ada empat hal yang dibicarakan ketika khususi
1. Iman Yakin
2. Pentingnya shalat berjamaah
3. Pentingnya Dzikir ibadah dan Ilmu
4. Tasykil

Tasykil
Misalkan kita berjumpa dengan seorang bapak yang berumur 50 tahun

Pertama tasykil 4 bulan
Alhamdulillah pak, bapak sudah diberikan Allah SWT umur yang panjang sampai 50 tahun. 50 tahun ini sama dengan 600 bulan. 12 X 50 = 600 bulan . Jadi, bapak sudah hidup dipermukaan bumi ini sudah 600 bulaaaan. 600 bulan ini adalah masa yang sangat panjang sekali. Apalah salahnya kita luangkan waktu 4 bulan saja untuk belajar agama. 4 bulan dibanding 600 bulan belum ada apa-apanya. 600 bulan ini kita sudah meluangkan waktu untuk perkara dunia. Apalah salahnya bapak meluangkan waktu 4 bulan untuk memperjuangkan agama Allah SWT.

Wujudkan dalam pikirannya bahwa masa 4 bulan itu adalah singkat. Usahakan selalu tasykil 4 bulan supaya semua manusia tidak asing lagi dengan perkataan 4 bulan.

Jadi, bapak sedia untuk keluar 4 bulan. Bapak itu pun menjawab, “Insya Allah nanti setelah saya pensiun”. Gak ada masalah yang penting dia sudah ada niat walaupun setelah pensiun. Catat namanya keluar 4 bulan setelah pensiun. Walaupun masih catat nama tetapi ini sudah dipandang Allah SWT

Kedua tasykil 40 hari
Jadi pak, selain program 4 bulan kita juga ada program 40 hari. Untuk mendapatkan perkara dunia kita rela melungkan waktu belasan tahun. 6 tahun SD, 3 tahun SMP, 3 tahun SMA, S1 4 tahun, S2 2 tahun. Kurang lebih 18 tahun untuk perkara dunia. 18 tahun sama dengan 216 bulan dan sama dengan 6.480 hari. 18 X 12 X 30 = 6.480 hari. 6.480 hari telah kita gunakan untuk belajar perkara dunia. Apalah salahnya kita meluangkan waktu 40 hari untuk belajar agama. 40 hari dibanding 6.480 hari belum ada apa-apanya.     

Wujudkan dalam pikirannya bahwa masa 40 hari itu adalah singkat.

Jangan lupa menyampaikan pentingnya menjaga shalat berjamaah selama 40 hari tanpa ketinggalan takbiratul ula akan mendapat dua jaminan (40 hari itu sama dengan 200 waktu shalat, maka diberi dua jaminan). Satu keselamatan daripada neraka dan kedua bebas dari sifat munafiq.

Jadi, bapak sedia untuk keluar 40 hari. Bapak pun menjawab, “Insya Allah nanti kalau saya ada cuti saya niat keluar 40 hari. Arahkan dia kepada nisab tahunan kita kalau dalam maqami. Misalkan nisab kita bulan 7. Katakan, paka bulan 7 ini kita akan menghantar rombongan untuk keluar 40 hari kalau bisa bapak ambil cutinya bulan 7 saja. Insya Allah pak. Insya Allah jawab bapak tadi. Catatan namanya untuk keluar 40 hari bulan 7.

Ketiga tasykil 3 hari
Jadi pak selai program 40 hari kita juga punya program yang sangat singkat yaitu 3 hari setiap bulannya. Umur bapak sudah 50 tahun berarti. 50 X 12 X 30 = 18.000 hari bapak sudah hidup dipermukaan bumi ini. Apalah salahnya bapak meluangkan waktu 3 hari saja untuk belajar agama. 18.000 hari dibanding 3 hari belum ada apa-apanya.

Jadi pak, minggu keempat ini hari sabtu jam 8 pagi kita kumpul dimesjid kita. Untuk belajar 3 hari. Jadi 3 hari ini adalah cara belajar cepat untuk memahami agama. Sepulangnya keluar 3 hari kita akan ada kekuatan untuk menghidupkan agama dalam keluarga kita.

Insya Allah pak. Insya Allah jawab bapak tadi. Catatan namanya untuk keluar 3 hari minggu keempat bersama kita.

Jangan lupa menyebutkan nama hari dan jam keberangkatan supaya bapak tadi betul-betul buat persiapan yang matang untuk keluar 3 hari.