SELAMAT DATANG TELAH BERKUNJUNG DI BLOG KAMI AHBAB MERAUKE AHBAB MERAUKE /Abdul fatah Halaqoh Semangga

Senin, 28 Oktober 2024

TAKUT KEPADA ALLAH

Takut kepada Allah adalah salah satu etika yang agung kepada Allah. Rasa takut kepada Allah muncul setelah seseorang mengetahui kekuasaan dan kehebatan Allah dalam ciptaa-Nya, kekuatan-Nya, serta kemampuan-Nya untuk memberi balasan kepada orang-orang yang memusuhi-Nya atau memusuhi utusan-utusan-Nya di dunia ini. dari perenunganya terhadap ayat-ayat teguran dan ancaman-Nya kepada orang yang durhaka, berupa siksa dikubur maupun siksa di neraka, seorang Muslim percaya bahwa, Allah mampu memberikan siksa-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki dan tidak ada satupun yang bisa menghindar, apalagi men

Senin, 01 April 2024

Daftar Isi


Rabu, 07 Desember 2022

Mengejar Shalat


Di bandara, saya melihat hampir semua orang melangkah cepat, bahkan ada yang berlarian karena takut ketinggalan pesawat. Semua orang rela bangun lebih pagi dari biasanya agar tidak ketinggalan pesawat. Apa yang menjadi alasan orang-orang ini takut ketinggalan pesawat? Jawaban rata-rata adalah soal uang. Mereka tidak ingin tiketnya hangus begitu saja. Mereka beralasan karena ada rapat penting yang tidak bisa ditunda, keperluan keluarga, dan sebagainya. Namun, rata-rata beralasan karena takut tiketnya hangus.
 
Melihat kenyataan ini, saya mencoba bercermin pada diri sendiri yang baru saja ikut terlibat dalam kegiatan ‘mengejar pesawat’ karena takut tiket hangus. Saya berpikir, apakah perjuangan saya untuk mengejar sholat sudah sebesar ini? Apakah saya rela bersiap 2 jam sebelum waktu sholat karena takut pahala sholat tepat waktu saya hangus seperti saat saya mengejar pesawat? 

Mungkin ini juga bisa jadi bahan renungan untuk teman-teman semua.
 
Tentunya harga tiket pesawat tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan nilai pahala sholat. Tapi nyatanya?

Perjuangan kita mempertahankan tiket lebih besar dibanding-kan dengan perjuangan untuk sholat tepat waktu. Kalo tiket hangus, galaunya luar biasa. Cerita ke semua orang, update status di sosial media. Sedangkan saat tertinggal sholat berjamaah ? Biasa aja tuh. 
 
*Rasulullah SAW bersabda : “Dua rakaat shalat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.”*
(HR. Muslim No.725).
 
Berdasarkan hadits tersebut, Rasulullah SAW dengan tegas mengatakan betapa mahalnya ‘harga’ dari sholat dua rakaat sebelum sholat subuh atau yang kita kenal dengan sholat sunnah Fajr.

Bahkan sholat tersebut lebih baik dari dunia dan seluruh isinya. Tapi apakah kita menyesal saat sholat Fajr kita hangus ?

*Relakah kita bangun lebih awal demi mengejar sholat sunnah Fajr seperti saat kita mengejar pesawat karena takut tiket kita hangus ? Tentunya hal ini harus benar-benar jadi renungan bagi kita.*
 
Selain hadits yang menjelaskan tentang betapa mahalnya sholat Fajr, Rasulullah SAW juga pernah bersabda :
*"Barangsiapa kehilangan shalat Ashar, seolah-olah ia kehilangan keluarga dan hartanya”*
(HR. Muslim).
 
*Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW menjelaskan ‘harga’ dari sholat Ashar. Begitu mahalnya nilai sholat Ashar, Rasulullah SAW sampai mengumpamakan bahwa seseorang yang sholat  Asharnya ‘hangus’, maka ia seolah-olah telah kehilangan keluarga dan hartanya. Subhanallah...*
 
Semoga kita dapat lebih menghargai sholat. Usahakan ontime, sama halnya seperti saat kita mengejar pesawat, bahkan lebih dari itu.

Rabu, 02 November 2022

Menikmati Pengorbanan

Di antara yang dituntut dari seorang Mukmin, apalagi pengemban dakwah, adalah pengorbanan di jalan Allah, yakni berkorban demi tegaknya agama Allah (li i‘lâ’i kalimat Allâh).

.
Setelah Rasulullah saw., para sahabat tentu saja adalah contoh terbaik dalam hal pengorbanan. Mereka adalah generasi yang sangat memahami bahwa pengorbanan di jalan Allah adalah perwujudan dari cintanya yang sejati kepada-Nya.
.
Kita mungkin pernah mendengar bagaimana ‘Singa Allah’ Khalid bin Walid, panglima perang yang gagah-berani, dengan penuh kebanggaan berkata, “Aku lebih menyukai malam yang sangat dingin dan bersalju, di tengah-tengah pasukan yang akan menyerang musuh pada pagi hari, daripada menikmati indahnya malam pengantin bersama wanita yang aku cintai atau aku dikabari dengan kelahiran anak laki-laki.” (HR al-Mubarak dan Abu Nu‘aim).
.
Kita pun mungkin ingat, bagaimana Utsman bin Madz‘un lebih rela dicukil matanya setelah menolak berada dalam perlindungan orang musyrik dan lebih memilih berada dalam perlindungan Allah. Ketika itu, pamannya, Walid bin Mughirah, berkata kepadanya, “Wahai keponakanku, dulu matamu sehat dan tidak seperti ini, karena engkau berada dalam perlindungan yang kuat.” Dengan lantang Ibn Madz‘un menjawab, “Demi Allah, mataku yang sehat perlu merasakan apa yang juga pernah dirasakan mata-mata yang lain di jalan Allah. Aku berada dalam perlindungan yang lebih kuat darimu. (HR Abu Nu‘aim).
.
Sahabat lain, Haram bin Milham, pernah tertusuk tombak dalam peperangan. Tombak itu lalu dicabut. Darah pun mengucur dari tubuhnya. Akan tetapi, ia malah berkata, “Demi Allah, aku beruntung!” (HR al-Bukhari, Muslim, dan Ahmad).
.
Umair bin Abi Waqash, adik Sa‘ad bin Abi Waqash, saat Perang Badar, ia—yang baru berusia 16 tahun—berusaha menyelinap diam-diam ke barisan pasukan kaum Muslim untuk ikut berperang. Ia takut dipulangkan oleh Rasul karena usianya yang masih terlalu muda. Namun, ketika Rasul tahu keinginan dan semangatnya, beliau pun mengizinkannya. Umair pun dengan gembira segera berlari menuju medan perang hingga terbunuh sebagai syahid. (HR al-Hakim dan Ibn Sa‘ad).
.
Sultan Salahuddin al-Ayyubi, generasi yang lebih belakangan, begitu cintanya berkorban di jalan Allah, ia lebih menikmati kehidupan di kemah di tengah-tengah padang pasir ketimbang hidup enak di istana. Para sejarahwan menulis, “Setiap pembicaraan Sultan selalu berkisar di seputar jihad dan mujahidin. Ia selalu mengamati senjatanya dan lebih senang hidup di kemah di tengah-tengah padang pasir.”
.
Demikianlah sekilas dan sedikit contoh dari generasi terbaik umat ini pada masa lalu. Mereka bukan saja orang-orang yang siap dan rela berkorban, tetapi generasi yang selalu merindukan dan bahkan menikmati pengorbanan di jalan Allah lebih daripada mencintai diri mereka sendiri. Ingat, semua contoh di atas adalah orang-orang yang rela mengorbankan sesuatu yang paling berharga dari diri mereka, yakni jiwa mereka.
.
Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita mempertaruhkan kehidupan kita di jalan Allah? Jika sudah, berapa bagian harta kita yang telah kita infakkan di jalan Allah dibandingkan dengan yang kita keluarkan untuk anggaran BBM mobil kita setiap harinya? Berapa banyak pula waktu, tenaga, dan pikiran yang telah kita habiskan di jalan Allah dibandingkan dengan yang telah kita habiskan untuk memenuhi kebutuhan duniawi kita?
.
Ingatlah, Islam senantiasa menunggu pegorbanan setiap Muslim. Ingatlah pula, tegaknya Islam pada masa lalu dalam wujud Daulah Islam di Madinah telah menguras begitu banyak keringat, airmata, bahkan darah kaum Muslim; menyita begitu banyak harta mereka; dan mengorbankan begitu banyak jiwa mereka. Karena itu, tegaknya kembali Islam dalam wujud Khilafah Islamiyah yang kita cita-citakan juga membutuhkan pengorbanan yang serupa dengan pengorbanan generasi Muslim pada masa lalu. Dengan itulah mereka berhasil menegakkan Daulah Islam di Madinah dan memperluas kekuasaannya di jazirah Arab. Pengorbanan yang sama dilakukan oleh generasi Muslim pada masa Khulafaur Rasyidin dan para khalifah setelahnya hingga kekuasaan Islam semakin meluas, menguasai hampir dua pertiga wilayah dunia.
.
Jelaslah, Islam membutuhkan pengorbanan kita. Semakin banyak kita berkorban, semakin dekat kita pada kemenangan. Sebaliknya, semakin sedikit kita berkorban, semakin jauh pula kita meraih kemenangan.
.
Karena itu, jauhkanlah sikap bahwa kita telah cukup banyak berkorban hanya karena kita telah menjadi bagian dari pengemban dakwah, di tengah-tengah banyaknya kaum Muslim yang tidak berdakwah. Janganlah pula kita berpikir bahwa aktivitas dakwah adalah aktivitas ‘sampingan’ dan temporer yang bisa kita lakukan setelah kita memenuhi seluruh kebutuhan kita dan hanya pada saat-saat tertentu saja. Bukankah Rasul saw. sendiri menghabiskan hampir seluruh hidupnya untuk berdakwah? Bukankah Rasulullah melibatkan diri dalam lebih dari 70 kali peperangan selama hidupnya? Bukankah Ammar bin Yasir masih ikut berperang di jalan Allah dalam usia 90 tahun—meskipun rambutnya telah beruban, tubuhnya telah melemah, dan tulang-tulangnya telah merapuh? Bukankah pula Abu Sufyan masih terus bersemangat memotivasi pasukan kaum Muslim dalam peperangan dalam usia 70 tahun?
.
Karena itu, kita berharap, tidak ada lagi pengemban dakwah yang malah tidak lagi aktif berdakwah setelah lulus kuliah, setelah menikah, setelah punya anak, ataupun setelah disibukkan oleh kerja mencari nafkah atau berbisnis. Kita pun berharap, kita yang mengklaim sebagai pengemban dakwah, dan berada di barisan dakwah paling depan, sejatinya tidak merasa telah cukup berkorban dengan hanya menghadiri halaqah, membayar infak rutin, atau berlangganan bulletin saja; sementara di luar itu kita tidak berdakwah, atau berdakwah secara minimalis. Sebab, mungkinkah dengan ‘pengorbanan’ seperti ini Khilafah Islam akan bisa ditegakkan kembali oleh para pengembannya?!
.
Ya Allah, tumbuhkanlah dalam diri kami, kesiapan dan kerelaan untuk selalu berkorban di jalan-Mu, serta anugerahilah kami kenikmatan di dalamnya. Aamiin.

Oleh : Ustadz Arief B. Iskandar

Minggu, 23 Oktober 2022

Panduan Menulis Arab

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ

Segela puji bagi Allah yang telah memberi taufiq dan dan Hiadayah kepada kita semua sehingga kita semua tetap selalu dalam ketaatan perintah Allah dan ikut sunnah Rasulullah saw sampai akhir hayat. amin... kali ini saya akan berbagi cara panduan untuk menulis arab dengan aplikasi Arabic Pad sperti video di bawah ini

Untuk download aplikasinya Bisa link di Sini


Rabu, 19 Oktober 2022

Menjadikan Dakwah Maksud Hidup

 

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh… Bismillaahirrahmaanirrahiim


Sadarkah kita bahwa alam semesta Allah swt ciptakan untuk manusia sebagai ujian, sedangkan manusia Allah swt ciptakan untuk negeri akhirat , barang siapa yg tahu maksud dia di ciptakan maka akan berjaya begitu juga sebaliknya, apabila kita tidak mengerti maksud Allah ciptakan kita maka kegagalan dari sejuta kegagalan yang akan kita terima , baik di dunia yang sementara ini maupun di akhirat yang selama-lamanya.


Allah swt ciptakan kita untuk meneruskan kerja Nabi saw, mengajak umat untuk takluk dan taat kepada Allah swt.


Sebagaimana firman-Nya : " Kamu(umat Muhammad) adalah sebaik-baiknya umat yang di lahirkan untuk faedah manusia, kamu menyeru ( berbuat ) kebaikan dan mencegah dari kemungkaran dan kamu beriman kepada Allah swt."


Ertinya kita adalah umat terbaik dan akan tetap menjadi umat terbaik apabila ada 3 perkara dari diri kita : menyeru ( berbuat ) kebaikan, mencegah dari kemungkaran dan beriman kepada Allah swt. Tetapi apabila 3 perkara ini tidak ada dalam diri kita maka kehancuran dan kehinaan yang akan terjadi.


Kalau kita lihat di dalam alqur'an hanya beberapa ayat saja yang berkenaan dengan ibadah ( shalat, zakat , puasa dst ) tapi ayat-ayat yang membahas tentang dakwah
( menyeru berbuat kebaikan dan mencegah kemungkaran ) begitu banyaknya.


Banyak ayat yang menceritakan dakwah para nabi terhadap kaumnya dan bagaimana para nabi mendapatkan kesulitan dalam berdakwah, bahkan di dalam alqur'an juga diceritakan dakwah para binatang ( burung hud-hud dan semut pada zaman Nabi Sulaiman as ) intinya hampir keseluruhan isi alqur'an berisikan tentang dakwah dan bagaimana dakwah itu di buat.


Dakwah adalah mutiara di awal zaman dan akan tetap menjadi mutiara di akhir zaman. Allah swt utus 124,000 Anbiya sejak Nabi Adam as sampai Nabi Muhammad saw hanya untuk dakwah, mereka menghabiskan waktu dan fikirnya agar bagaimana setiap hati manusia kenal dan taat kepada Allah swt.


Membentuk hati manusia merupakan perkara yang sangat penting, agar sifat-sifat mulia masuk pada setiap diri manusia. Apabila sifat-sifat yang mulia ini masuk ke dalam diri manusia, mereka akan taat pada perintah Allah swt, dan akan meninggalkan seluruh larangan Allah swt. Namun sebaliknya jika hati tidak punya sifat-sifat mulia, manusia akan menjadi lebih "buas" daripada binatang.


Dahulu dikota Makkah kaum jahiliyah sangatlah buruk akhlaknya. Ditengah-tengah kejahilan kafir Quraisy, Nabi Muhammad saw dilahirkan. Sejak ia lahir sampai berusia 40 tahun tidak ada dakwah sehingga orang-orang kafir Quraisy belum berubah. Setelah berumur 40 tahun beliau diangkat menjadi Nabi. Sekembalinya dari Gua Hira , Nabi saw mulai berdakwah di ....kota.... Mekkah.


Lelaki pertama yang menerima dakwah beliau adalah Abu Bakar Shiddiq ra., Wanita pertama yang mengakui kerasulan Muhammad saw adalah istri beliau Khadijah r.ha. dan pemuda yang masuk Islam adalah Ali bin Abi Thalib.


Dengan berbagai pengorbanan , rintangan dan tentangan serta fikir, risau dan gerak Rasulullah saw dan para sahabat memulai dakwah ini. Mereka yakin dengan janji-janji Allah, menyandarkan hanya kepada Allah atas setiap permasalahan hidup. Yang pada akhirnya penduduk Mekkah dan Madinah begitu banyaknya masuk Islam. Suasana dan keadaan tanah Hijaz Jajirah Arab berubah menjadi sumber hidayah ke seluruh alam.


Kita lihat Bani Israil, mereka anak cucu Nabi yang berpusat di Mesir. Mereka keturunan para Nabi, tapi kerana meninggalkan dakwah maka Allah swt hinakan mereka.


Kesimpulannya, jika dakwah dibuat maka akan lahir dari rahim-rahim wanita kafir menjadi para pejuang agama ( para sahabat nabi ), tapi apabila dakwah ditinggalkan maka akan lahir dari rumah-rumah orang Islam para penentang agama.


Apabila setiap hari kita buat dakwah maka akan lahir keyakinan yang sempurna terhadap Allah swt, kerana sesungguhnya dakwah merupakan sarana tarbiah untuk mencapai kesempurnaan iman secara bertahap-tahap. Dengan dakwah setiap orang diharapkan :


1.Yakin / Iman mereka seperti Iman dan Yakinnya Nabi saw.

2.Risau dan Fikir seperti risau dan fikirnya Nabi saw.

3.Maksud / tujuan hidup seperti Maksud / tujuan hidup Nabi saw.

4.Mizas kecintaan seperti Mizas / kecintaan Nabi saw.

5.Tertib hidup seperti tertib hidup Nabi saw.


Ukuran kerja dakwah adalah bagaimana semakin hari para pekerja dakwah semakin dekat dengan Allah swt, Iman , amal dan hatinya hari demi hari menjadi baik. Hubungan dengan keluarga semakin baik , dengan tetangga, dengan rakan-rakan di kantor dan lain-lain sebagainya menjadi baik. Bila kita buat dakwah hari-hari tapi Iman , amal dan hatinya tidak berubah masih sama seperti ketika kita belum buat dakwah, bererti ada yang salah dengan dakwahnya atau barang kali ada yang salah dengan niatnya ketika berdakwah. ....


Ukuran kerja dakwah bukan untuk orang lain tapi untuk diri kita, bagaimana dirika ini semakin dekat dengan Allah.  Allah swt tidak melihat hasil dari usaha kita , tapi Allah swt melihat kesungguhan dan ketaatan kita dalam menjalankan setiap perintah-Nya ....


Sebagai mana di ceritakan ketika Ibrahim telah menyelesaikan pembangunan ka'bah, dia berkata : "Ya Allah, aku telah menyelesaikan pembangunan rumah-Mu yang suci." Allah pun menjawab,"Wahai Ibrahim, serulah manusia niscaya mereka akan datang untuk mengerjakan haji ." Ibrahim as berkata,"Ya Allah, bagaimana suaraku akan sampai kepada mereka?" Allah menjawab, "Engkau hanya menyeru perintahku, sedangkan akulah yang akan menyampaikan kepada mereka.".....


Begitu juga dengan kita hari ini , lakukan saja yang menjadi tugas kita selebihnya biar Allah yang selesaikan. Nabi Nuh as buat dakwah selama 950 tahun hanya menghasilkan 83 orang bahkan anak dan Istri Nabi Nuh menentang dakwah Nabi Nuh. Tapi Nabi Nuh tetap buat dakwah semaksimal mungkin. Masalah ada yang suka atau tidak itu bukan urusan kita , yang menjadi urusan kita kalau kita tidak buat dakwah, kerana Allah pasti akan hinakan kita. Masalah ada orang yang menentang biar Allah swt yang selesaikan, tugas kita hanyalah lagi dan lagi buat dakwah untuk memperbaiki diri. ....


Kita dapat lihat Kaum 'Ad yang menentang Nabi Hud di hancurkan Allah dengan angin taufan. Kaum Tsamud yang menentang dakwah Nabi Shalih Allah hancurkan dengan bunyi trompet Malaikat, sehingga jantung mereka gugur. Begitu juga dengan Nambrut yang menentang Nabi Ibrahim as dan Fir'aun yang menentang Nabi Musa as. intinya kita lakukan apa yang Allah swt perintahkan selebihnya biar Allah swt yang selesaikan.....


Semoga Allah swt gunakan harta dan diri kita untuk agamanya, menjadikan dakwah maksud hidup, hidup untuk dakwah,dakwah samapi mati dan mati dalam dakwah dan membangkitkan kita kelak menjadi umat baginda Rasulullah saw. amien..... 

Minggu, 16 Oktober 2022

Pentingnya Pengorbanan Agama

Berkorban Untuk Agma

Menceritakan setelah belajar khuruj 3 Hari (Kargozari)

Jangan Tinggalkan Sunnah

Pentingnya Menghidupkan Sunnah




Rabu, 28 September 2022

Mukhasabah

 


USIA YANG TERSISA

Jangan terlalu keras untuk menyesuaikan diri

dengan dunia, Karena kita datang bukan untuk menetap.

Mungkin kita terlalu percaya diri, bahwa umur kita masih panjang dan nasehat tentang kematian selalu kita anggap angin lalu. Kita selalu menganggap pintu ampunan masih terbuka padahal belum tentu.

Hari ini kita masih di atas tanah, bisa jadi esok hari tanah yang di atas kita. Selalu berbuat baik, selagi masih ada kesempatan. Karena kematian juga tidak menunggu kita untuk jadi orang baik.

Kematian itu pasti dan ia datang pasti tepat waktu. Tidak akan terlambat atau terlalu cepat.

Entah dengan apa kenangan dapat terganti? Yang jelas masa pasti terlewati kita akan terlupa, menua dan menuai.

Semoga setiap detik dari usia yang tersisa,

adalah episode taubat kita, Aamiin...

Senin, 15 November 2021

Foto Jamaah Kediri Ke Merauke

 Pentingnya berkorban di jalan Allah dengan harta dan diri, seberapapun pengorbanan untuk agama maka Allah akan pandang pengorbana itu, dan allah akan menambah kepahaman untuk agama.









Senin, 25 Januari 2021

Donload Aplikasi Pembiyaan Barang (Excel)

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saya akan berbagi Aplikasi Jenis Pembiayaan Kredit Barang berbentuk excel bisa kunjungi 3 Link Yang bisa di Download Gratis Aplikasi Pembiyaan Harian, Mingguan Dan Bulan inilah Contoh Tampilan Aplikasi Pembiyaan berbentuk excel. silahkan mencobanya.  
  1. Aplikasi Bulanan      
  2. Aplikasi Mingguan   
  3. Aplikasi Harian        

Selasa, 19 Januari 2021

Download Aplikasi Cash Point 2011 untuk Kasir

 APLIKASI KASIR GRATIS BUAT USAHA

Cash Pont 2011

Ini tampilan Aplikasi Cash Poin 2011 Mudah dan praktis semoga jadi bermanfaat selamat mencobanya, jika masih penasaaran langsung saja di download di bawah gambar ini.

download[4]

Minggu, 09 Juni 2019

Do'a Agar Terhindar Terlilit Hutang

اَلَّهُمَّ اَكْفِنِيىْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكْ
Ya Allah, cukupilah aku dengan rezeki yang Engkau halalkan, sehingga tidak butuh yang Engkau haramkan. Penuhi kebutuhanku dengan kemurahan-Mu, sehingga tidak butuh kepada selain-Mu
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ
وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari rasa takut dan kesedihan, dari ketidak mampuan dan sifat malas, dari sifat bakhil dan pengecut dan dari belenggu utang serta dikuasai orang lain.
اَلَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ. رَبَّنَاوَرَبَّ كُلِّ
شَيْ ءٍ . فَلِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَي. وَمِنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيْلِ وَالْفُرْقَانِ
أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْ ءٍ أَنْتَ اَخِذٌبِنَاصِيَتِهِ. اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَوَّلُ
فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْ ءٌ. وَأَنْتَ الْآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ. وَأَنْتَ الظَّاهِرُ
فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ. وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ.اِقْضِ عَنَّاالدَّيْنَ
وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ
Ya Allah, Rab yang menguasai langit yang ke tujuh, Rab yang menguasai Arsy yang agung, Rab kami dan Rab segala sesuatu. Rab yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Rab yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqon (al-quran) Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya (semua makhluk atas kuasa Allah) Ya Allah, Engkau-lah yang awal dan yang akhir, setelah-Mu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang lahir, tdak ada sesuatu atas-Mu. Engkau-lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang luput dari-Mu. Lunasilah utang kami dan berilah kami kekayaan (kecukupan) hingga terlepas dari kefakiran.

DOA BERLINDUNG DARI PERI LAKU BURUK
اَللَّهُمَّ إِنِّىْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِيْ وَمِنْ شَرِّ بَصَرِ ي وَمِنْ شَرِّ لِسَانِيْ وَمِنْ شَرِّ قَلْبِيْ وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّي
Ya Allah sesunggunya aku berlindung kepada-Mu dari buruknya pendengaranku, buruknya 
penglihatanku, buruknya lidahku, dan dari buruknya hatiku serta buruknya air maniku.

Sabtu, 15 Desember 2018

MENUNDUKKAN PANDANGAN

Menundukkan Pandangan Mata

Mata adalah sahabat sekaligus penuntun bagi hati. Mata mentransfer berita-berita yang dilihatnya ke hati sehingga membuat pikiran berkelana karenanya. Karena melihat secara bebas bisa menjadi faktor timbulnya keinginan dalam hati, maka syariat yang mulia ini telah memerintahkan kepada kita untuk menundukkan pandangan kita terhadap sesuatu yang dikhawatirkan menimbulkan akibat yang buruk.
Perintah untuk Menundukkan Pandangan
Allah Ta’ala berfirman,
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
”Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’” (QS. An-Nur [24] : 30).
Ibnu Katsir rahimahullah berkata,
هذا أمر من الله تعالى لعباده المؤمنين أن يغضوا من أبصارهم عما حرم عليهم، فلا ينظروا إلا إلى ما أباح لهم النظر إليه ، وأن يغضوا أبصارهم عن المحارم
“Ini adalah perintah dari Allah Ta’ala kepada hamba-hambaNya yang beriman untuk menjaga (menahan) pandangan mereka dari hal-hal yang diharamkan atas mereka. Maka janganlah memandang kecuali memandang kepada hal-hal yang diperbolehkan untuk dipandang. Dan tahanlah pandanganmu dari hal-hal yang diharamkan.” (Tafsir Ibnu Katsir, 6/41)
Menundukkan pandangan mata merupakan dasar dan sarana untuk menjaga kemaluan. Oleh karena itu, dalam ayat ini Allah Ta’ala terlebih dulu menyebutkan perintah untuk menahan pandangan mata daripada perintah untuk menjaga kemaluan.
Jika seseorang mengumbar pandangan matanya, maka dia telah mengumbar syahwat hatinya. Sehingga mata pun bisa berbuat durhaka karena memandang, dan itulah zina mata. Rasulullah bersabda,
كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَا، مُدْرِكٌ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ، فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ، وَالْأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الِاسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلَامُ، وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ، وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا، وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى، وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ
”Sesungguhnya Allah telah menetapkan atas diri anak keturunan Adam bagiannya dari zina. Dia mengetahui yang demikian tanpa dipungkiri. Mata bisa berzina, dan zinanya adalah pandangan (yang diharamkan). Zina kedua telinga adalah mendengar (yang diharamkan). Lidah (lisan) bisa berzina, dan zinanya adalah perkataan (yang diharamkan). Tangan bisa berzina, dan zinanya adalah memegang (yang diharamkan). Kaki bisa berzina, dan zinanya adalah ayunan langkah (ke tempat yang haram). Hati itu bisa berkeinginan dan berangan-angan. Sedangkan kemaluan membenarkan yang demikian itu atau mendustakannya.” (HR. Bukhari no. 6243 dan Muslim no. 2657. Lafadz hadits di atas milik Muslim).
Dalam riwayat yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْعَيْنُ تَزْنِي، وَالْقَلْبُ يَزْنِي، فَزِنَا الْعَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا الْقَلْبِ التَّمَنِّي، وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ مَا هُنَالِكَ أَوْ يُكَذِّبُهُ
“Mata itu berzina, hati juga berzina. Zina mata adalah dengan melihat (yang diharamkan), zina hati adalah dengan membayangkan (pemicu syahwat yang terlarang). Sementara kemaluan membenarkan atau mendustakan semua itu.” (HR. Ahmad no. 8356. Dinilai shahih oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth.)
Dalam hadits ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan zina mata pertama kali, karena inilah dasar dari zina tangan, kaki, hati, dan kemaluan. Kemaluan akan tampil sebagai pembukti dari semua zina itu jika akhirnya benar-benar berzina, atau mendustakannya jika tidak berzina. Oleh karena itu, marilah kita menundukkan pandangan kita. Karena jika mengumbarnya, berarti kita telah membuka berbagai pintu kerusakan yang besar.
Fitnah telah Mengepung Kita
Di zaman sekarang ini, sungguh berat memang fitnah yang ada di sekeliling kita. Ketika kita keluar rumah, maka kita segera dikepung dengan fitnah yang dapat menggoda pandangan kita ke arah yang haram. Terlihatlah oleh pandangan kita, wanita-wanita yang keluar rumah tanpa menutup aurat, tanpa sedikit pun rasa malu di hadapan Allah Ta’ala yang telah menciptakan dan memberikan berbagai nikmat kepadanya. Sebagian mengenakan pakaian yang ketat, sebagian mengenakan rok mini, dan sebagian lagi mengenakan pakaian yang transparan. Mereka berpakaian, akan tetapi pada hakikatnya telanjang. Bisa jadi ketika iman dan rasa takut kita kepada Allah Ta’ala sedang luntur, maka dengan mudah kita mengumbar pandangan dan syahwat kita itu dan melalaikan perintah Allah Ta’ala kepada kita. Dan ketika pandangan mata bisa membangkitkan nafsu birahi, maka dari pandangan mata itu pula bisa menjerumuskan kita kepada kerusakan yang besar, seperti onani, masturbasi, sampai ke zina yang sesungguhnya.

Oleh karena itu, benarlah ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
”Aku tidaklah meninggalkan cobaan yang lebih membahayakan bagi laki-laki selain dari (cobaan berupa) wanita” (HR. Bukhari no. 5096 dan Muslim no. 9798).
Sampai-sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun perlu memperingatkan kita secara khusus dengan sabdanya,
إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ، وَإِنَّ اللهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ
”Sesungguhnya dunia itu manis. Dan sesungguhnya Allah telah menguasakan dunia itu kepada kamu sekalian, dan memperhatikan apa yang kalian kerjakan. Maka takutlah kepada dunia dan takutlah kepada wanita. Karena sumber bencana bani Israil pertama kali berasal dari wanita.” (HR. Muslim no. 2742).
Pahala bagi Orang yang Menundukkan Pandangannya dari Perkara yang Haram
Begitu beratnya menundukkan pandangan mata, apalagi pada zaman sekarang ini, sehingga Allah pun akan membalas hamba-hambaNya yang istiqomah melaksanakan perintah-Nya dengan pahala yang besar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam besabda,

النَّظْرَةُ سَهْمٌ مِنْ سِهَامِ إِبْلِيسَ مَسْمُومَةٌ فَمَنْ تَرَكَهَا مِنْ خَوْفِ اللَّهِ أَثَابَهُ جَلَّ وَعَزَّ إِيمَانًا يَجِدُ حَلَاوَتَهُ فِي قَلْبِهِ
”Memandang wanita adalah panah beracun dari berbagai macam panah iblis. Barangsiapa yang meninggalkannya karena takut kepada Allah, maka Allah akan memberi balasan iman kepadanya yang terasa manis baginya” (HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak no. 7875).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
اضْمَنُوا لِي سِتًّا مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَضْمَنْ لَكُمُ الْجَنَّةَ: اصْدُقُوا إِذَا حَدَّثْتُمْ، وَأَوْفُوا إِذَا وَعَدْتُمْ، وَأَدُّوا إِذَا اؤْتُمِنْتُمْ، وَاحْفَظُوا فُرُوجَكُمْ، وَغُضُّوا أَبْصَارَكُمْ، وَكُفُّوا أَيْدِيَكُمْ
”Jaminlah aku dengan enam perkara, dan aku akan menjamin kalian dengan surga: jujurlah (jangan berdusta) jika kalian berbicara; tepatilah jika kalian berjanji; tunaikanlah jika kalian dipercaya (jangan berkhianat); peliharalah kemaluan kalian; tahanlah pandangan kalian; dan tahanlah kedua tangan kalian.” (HR. Ahmad no. 22757. Dinilai hasan lighairihi oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth).
Menikah, Sarana Menjaga Pandangan Mata
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ
”Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu untuk menikah, maka menikahlah. Karena menikah itu lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan” (HR. Bukhari no. 5065 dan Muslim no. 1400).
Dengan keimanan dan rasa takut dalam hatinya, seseorang bisa saja menahan pandangan matanya dari yang haram. Akan tetapi, dalam hadits ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan bahwa dengan menikah, seseorang akan lebih dapat menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya. Karena dia bisa menyalurkan syahwatnya kepada sesuatu yang halal, yaitu istrinya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
إِنَّ الْمَرْأَةَ تُقْبِلُ فِي صُورَةِ شَيْطَانٍ، وَتُدْبِرُ فِي صُورَةِ شَيْطَانٍ، فَإِذَا أَبْصَرَ أَحَدُكُمُ امْرَأَةً فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ، فَإِنَّ ذَلِكَ يَرُدُّ مَا فِي نَفْسِهِ
”Sesungguhnya wanita itu maju dalam rupa setan dan membelakang dalam rupa setan. Jika salah seorang dari kalian melihat wanita yang mengagumkannya, maka datangilah istrinya. Karena hal itu menghilangkan apa yang terdapat dalam dirinya.” (HR. Muslim no. 1403).
Hal ini karena pandangan mata bisa membangkitkan kekuatan birahi, sehingga beliau memerintahkan untuk mengurangi kekuatan itu dengan cara mendatangi istri.
Dalam riwayat lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ امْرَأَةً فَأَعْجَبَتْهُ، فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ فَإِنَّ مَعَهَا مِثْلَ الَّذِي مَعَهَا
“Jika salah seorang dari kalian melihat wanita yang mengagumkannya, maka hendaklah ia mendatangi (menggauli) isterinya. Karena apa yang dimiliki wanita tersebut sama dengan yang dimiliki oleh isterinya.” (HR. Tirmidzi no. 1158 dan Ibnu Hibban dalam Shahih-nya no. 5572. Dinilai shahih oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth)
Semoga Allah Ta’ala memberikan keteguhan ke dalam hati kita untuk dapat menjaga pandangan mata kita dari yang haram dan menjauhkan kita dari berbagai fitnah yang dapat merusak keimanan kita. Amiin.

Selasa, 06 November 2018

Perbedaan Talim Dan Dakwah

Ketika telinga kita mendengar kata Da’wah, mata melihat tulisan Da’wah, benak kita membayangkan bahwa perkara ini pasti yang berkaitan dengan Khotbah, Ceramah, dan hal-hal yang ilmiah?
Da’wah ini artinya mengajak, artinya siapapun yang mengajak kepada Allah dia telah melakukan da’wah, berbeda dengan Ta’lim yang artinya mengajar, ini memang perlu keahlian dan ilmu yang dipersyaratkan.
Maka Da’wah ini adalah tugas semua orang Islam yang sudah ada kalimat Laa Ilaaha Illallah.
Kalau ada yang mengatakan Da’wah itu harus berimu tinggi, harus pakai dalil, pakai ayat, pakai hadits, kitab tertentu,… hal ini masih rancu antara Da’wah (mengajak) dan Ta’lim (mengajar).
Jika kita mengatakan Da’wah harus berilmu tinggi, jangan-jangan kita ini termasuk penghalang dalam Da’wah. Karena mempersulit Da’wah.
Untuk berda’wah dalil yang sederhana ;
“Sampaikan dariku walau satu ayat”, (hadits)
“Jika kau melihat kemungkaran cegahlah dengan tanganmu, jika tidak mampu dengan lisanmu, jika tidak mampu dengan hatimu, dan jika demikian adalah selemah-lemah iman”.(hadits)
Untuk Hal yang sifatnya sudah umum/kita sudah tahu maka “lakukan saja”. Mengajak Sholat berjamaah, melarang berjudi dsb. Bahkan Alim ulama sampaikan kalau kita membangunkan anak kita dipagi hari untuk Sholat subuh, inipun sudah Da’wah.
Rasulullah dalam berda’wah kepada Sahabat kadang menggunakan Tamsil agar lebih mudah diterima, begitupun Alim ulama juga sering memberi contoh kepada kita dengan tamsil, kitapun tentunya juga tidak salah membuat tamsil-tamsil untuk memberi kemudahan kepada orang yang kita Da’wahi (Mad’un).
Marilah ber-Da’wah , sesuai kapasitas kita, sesuai apa yang kita sudah tahu, syukur lagi yg sudah kita amalkan kalau kita mati, amalan Da’wah kita tetap mengalir kepada kita.
“Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah…….” (QS Ali Imran : 110) kita adalah Da’i yang sedang di kantor, kita da’i yang sedang di pasar, dsb.
Hari ini Islam susah berkembang karena merasa diri kita sebagai pegawai, pedagang, petani, dsb. Inilah kesalah pahaman umat hari ini. Sehingga kita tidak peduli sahabat tidak sholat, tidak peduli sahabat maksiat.
Dan ingat bahwa Da’wah yang dicontohkan oleh Nabi adalah Da’wah dengan (mahabah) Kasih sayang sebagaimana ketika Rasulullah di tolak Da’wah beliau di Tho’if (kaum Tsaqif) Nabi tetap sayang kepada kaum Tsaqif  tersebut.
Jika amalam kita ingin diperbaiki oleh Allah dan dosa kita digugurkan oleh Allah inilah jalanNya DA’WAH.
Dak’wah yang akan membawa umat kembali jaya sebagai era sahabat memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Mendatangi Umat, bergerak laksana awan (tidak diundang)
2. Korban harta dan diri (bukan mencari materi dari Da’wahnya, justru mengorbankan yang dimiliki untuk agama)
3. Ijtima’iat (melibatkan orang lain , Saudara sahabat, tetangga dsb) serta memiliki tertib yang sama seluruh dunia.
Semoga Allah bimbing kita menjadi Da’i dan tidak terkesan kepada para penghalang Da’wah. (penghalang Da’wah hanyalah Makhluk Allah yang tidak memberi manfaat dan mudhorot kecuali atas izin Allah).


Senin, 05 November 2018

ADINDA TERSAYANG

Adinda Tersayang
Besok abang akan pergi
Bukan untuk mencari sebongkah berlian
Tetapi untuk mencari sebongkah iman

Bang Toyyib pergi tak pulang-pulang
Tetapi abang belum bisa seperti itu
Abang kalau buat dakwah masih pulang

Sabar sayang abang pasti pulang
Pulang bawa baju yang penuh debu dijalan Allah
Pulang bawa segala kerisauan ummat
Pulang bawa sebongkah iman

Adinda ku yang cantik
Kalau engkau rindu padaku
Janganlah engkau tatap gambarku
Tetapi bukalah Al Quran  
Bacalah ayat demi ayat

Adinda ku yang manis
Kalau engkau rindu padaku
Janganlah engkau sebuta namaku  
Tetapi Sebutlah nama Allah
Perbanyaklah Istigfar

Jikalau tidak ada makanan dirumah kita
Janganlah engakau adukan kepada tetangga
Tetapi adukanlah kepada Allah
Karena hanya Allah tempat meminta dan bersandar

Jikalau ada masalah
Janganlah engakau adukan kepada manusia
Tetapi adukanlah kepada Allah
Karena hanya Allah lah yang maha menyelesikan masalah

Biarlah kita terpisah-pisah dunia
Karena membela agama Allah
Asal nanti di surga
Kita disatukan Allah SWT

Adinda Tersayang
Walaupun hari ini bidadari turun kedunia
Aku tidak akan tergoda
Karena akau tahu betul engkau nanti akan menjadi ratunya bidadari
Bagai mana mungkin lagi aku terpesona dengan bidadari

Masih jelas terbayang dalam ingatanku
Waktu pertama kita berjumpa
Senyummu yang manis telah menggoyahkan imanku
Wajahmu yang cantik telah menggetarkan hatiku

Wajah yang cantik dan manis itu tiadalah artinya bagiku
Sejak ku tahu kalau engkau Hafizah dan Alimah
Jauh sebelum kita berjumpa
Ayahmu telah mengatakan engkau Hafizah dan Alimah

Didalam hati aku berkata “Alhamdulillah”
Calon istriku seorang Hafizah dan Alimah
Walaun wajahnya jelek aku siap menerima
Walaupun senyumnya kecut akan aku terima

Tetapi setelah berjumpa denganmu
Allah SWT memberikan saya
Makhluk Tuhan yang paling cantik dan manis
Hati ini rasanya mau menangis karena bahagia

Cantik dan manis senyummu
Telah menghilankan gundah gulana didalam hatiku

Pernah aku mendengar penyampaian dalam bayan
Mencium istri itu sama dengan mencium Hajaral Aswat
Makanya paling minimal 70 kali sehari aku mencium mu. He he
Mulai besok tidak akan ada lagi yang akan mencium kening dan pipimu

Adinda Tersayang
Aku bersyukur kepada Allah SWT
Karena telah memberikan wanita sepertimu

Nabi Ibrahim as telah tinggalkan anak dan istrinya
Dilembah yang tidak ada kehidupan
Hari ini pun kutinggalkan engkau dirumah kita yang sederhana
Yang kosong dari benda-benda dunia

Nabi Ibrahim as telah tinggalkan anak dan istrinya
Tanpa uang dan perbekalan
Hari ini pun kutinggalkan engkau hanya beberapa Rupiah saja
Tetapi hanya itulah yang aku punya
Aku memang belum bisa seperti Ibrahim as
Engkaupun bukan seperti Siti Hajar
Tetapi aku yakin Allah akan bantu hambanya
Janji Allah itu pasti dan pasti.

Adinda Tersayang
Jangan tinggalkan taklim rumah
Supaya suasana malaikat ada dalam rumah kita
Rumah yang dihidupkan taklim
Malaikat akan senantiasa menjaganya

Canda ria yang setiap hari kita lakukan
Mulai besok sudah tiada lagi
Jangan engkau menagis wahai sayangku
Lihatlah rumahnya para sahabat
Yang suaminya jarang dirumah
Karena membela agama Allah

Mereka pergi bawa pedang
Yang tidak tahu kapan pulang
Abang pergi Cuma bawa buku taklim
Dan akan pulang dengan sejuta kasih sayang

Adinda Tersayang
Janganlah engkau menangis karena kepergianku
Karena aku memang tidak pantas untuk ditangisi
Ummat hari ini sudah jauh dari agama
Itulah yang pantas untuk ditangisi

Janganlah engkau bersedih karena kepergianku
Manusi hari ini sudah tidak kenal lagi agama
Itulah yang pantas untuk disedihkan

Adinda Tersayang
2/3 kekayaan kota Mekkah adalah milik ibunda Siti Khadijah
Tetapi semuanya telah dikorbankan untuk agama
Khadijah menangis karena sudah tidak ada lagi yang bisa dikorbankan untuk agama
Sekarang aku tidak mempunyai apa-apa lagi
Tetapi engkau masih terus memperjuangkan Agama ini

Sekiranya aku telah mati sedangkan perjuanganmu ini belum selesai
Sekiranya engkau hendak menyebrangi sebuah sungai, lautan
Engkau tidak mempunyai rakit atau jembatan
Maka engkau galilah lubang kuburku
Engkau gali
Engkau ambil tulang belulangku
Engkau jadikanlah sebagai jembatan untuk menyebrangi sungai itu
Untuk jumpa manusia ingatkan kepada mereka kebesaran Allah
Ingatkan kepada mereka yang hak
Ajak mereka kepada Islam wahai Rasulullah

Seorang suami yang agung seorang istri yang agung
Suami istri berpelukan sambil menangis memikirkan Agama ini

Agama tersebar hingga hari ini kita kenal Allah bukan dengan mudah
Agama sampai pada kehidupan Agama
Agama sampai pada kampung kita
Agama sampai masuk kedalam rumah-rumah kita
Agama sampai pada ke hati-hati kita

Bukan di bawa oleh burung
Bukan dibawah oleh angin
Bukan dibawah oleh air sungai yang mengalir
Tapi dibawah oleh pengorbanan Nabi dan para Sahabat
Dibawah oleh para janda-janda para sahabat
Dibawah oleh yatim-yatim para sahabat

Hari ini kita senang-senang amal Agama
Diatas penderitaan dan jeritan janda-janda dan yatim-yatim para sahabat
Hari ini kita senang amal-amal Agama diatas penderitaan Khadijah
Hari ini kita senang amal-amal Agama diatas penderitaan Nabi SAW

Kalaulah hari ini kita tidak menghargai pengorbanan mereka
Apa yang harus kita jawab dihadapan Allah. Apa....?
Kalaulah kita jumpa Allah apa yang kita jawab dihadapan Nabi. Apa....?
Apa yang kita jawab didepan Abu Bakar. Apa....?
Yang menghabiskan seluruh harta bendanya untuk Agama ini
Apa yang akan kita jawab dihadapan sahabiyah. Apa....?
Yang mengorbankan suami nya syahid di jalan Allah
Apa yang akan kita jawab sekiranya kita jumpa anak-anak yatim para sahabat. Apa....?
Yang telah menggerakan ayahnya untuk memperjuangkan Agama ini

Adinda Tersayang  
Agama tidak akan pernah wujud dalam kehidupan kita
Tanpa mengorbankan diri kita
Sudah menjadi syarat Agama akan wujud melalui pengorbanan
Hidayah akan datang dalam diri kita melalui pengorbanan
Agama akan tersebar hidayah akan tersebar diujung  dunia melalui pengorbanan


Satu orang suami telah berkata :
“Adinda tersayang abang mau pergi bekerja”.
Istrinya pun faham dan melepas suaminya untuk bekerja
Diwaktu lain suami berkata :
“Adinda tersayang, abang hendak pergi ke Malaysia untuk bekerja, Selama 2 tahun”.
Demi uang ringgit yang tidak seberapa suami istri dan anak rela berpisah.

Satu orang suami telah berkata :
“Adinda tersayang abang mau pergi sekolah ke Inggris selama 2 tahun untuk ambil gelar S2”
Setelah abang tamat, abang akan menjadi menager yang gajinya 10 juta per bulan
Demi masa depan yang tidak pasti suami istri dan anak rela berpisah

Adinda tersayang
Hari ini aku akan pergi untuk memperjuangkan agama
Bukan untuk cari uang tetapi menghabiskan uang
Bukan untuk bekerja tetapi menghentikan pekerjaan
Bukan untuk senang tetapi untuk susah

Untuk menyempurnakan iman ku dan imanmu
Berapa banyak hari ini manusia yang sibuk menyempurnakan dunia
Ingin punya Istri yang sempurna
Ingin punya rumah yang sempurna
Ingin punya mobil yang sempurna
Makanan 4 sehat 5 sempurna
Rokok pun sempurna
Hingga lupa menyempurnakan iman

Hai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan!
Sejak ayat Ya ayyuhal Mudatsir turun
Nabi SAW langsung melipat bister tempat tidur
katakan kepada istrinya:
La Roihata badal Yaum (Sejak hari ini tak ada lagi istirahat)

Wahai istriku La Roihata badal Yaum, La Roihata badal Yaum
Adinda tersayang mulai hari ini tidak ada lagi istirahat dalam dakwah
Tidak ada lagi istirahat
Tidak ada lagi istirahat

Dunia sudah dalam keadaan maksiat
Manusia sudah tidak kenal agama lagi
Manusia sudah tidak kenal Allah lagi
Manusia sudah tidak kenal Nabi SAW lagi

Adinda ku sayang
Didalam setiap doa dan munajat mu
Doakanlah ummat, Doakanlah ummat
Supaya diberi hidayah oleh Allah SWT
Supaya Allah SWT turunkan hidayah diseluruh alam

Akhir kata maafkanlah
Suamimu ini yang selalu berbuat dosa dan kesalahan.


Salam manis selalu buat mu wahai istriku tercinta